Editing, Copyediting, dan Proofreading Memahami Perbedaan Fungsi dalam Penerbitan Buku Visual

Editing, Copyediting, dan Proofreading: Memahami Perbedaan Fungsi dalam Penerbitan Buku

Dalam proses penerbitan buku, istilah editing, copyediting, dan proofreading sering digunakan secara bergantian. Sebagian penulis menganggap ketiganya merujuk pada pekerjaan yang sama, yaitu memperbaiki kesalahan dalam naskah. Sebagian lainnya menganggap bahwa proofreading sudah mencakup seluruh proses penyuntingan, mulai dari perbaikan substansi hingga pemeriksaan ejaan.

Padahal, ketiga istilah tersebut umumnya merujuk pada fungsi editorial yang berbeda. Perbedaan ini penting karena setiap tahap menangani persoalan yang berlainan, menggunakan pendekatan kerja yang berbeda, dan membutuhkan waktu serta kompetensi yang tidak selalu sama.

Editors Canada (2024), melalui Professional Editorial Standards, membedakan penyuntingan struktural, penyuntingan gaya, copyediting, dan proofreading berdasarkan lingkup pekerjaannya. Sementara itu, Chartered Institute of Editing and Proofreading (CIEP, 2024) menjelaskan bahwa penyuntingan struktural berfokus pada isi dan organisasi naskah, copyediting pada ketepatan serta konsistensi teks, sedangkan proofreading merupakan pemeriksaan akhir setelah penyuntingan dan tata letak.

Dalam praktik penerbitan, batas pekerjaan tersebut tidak selalu seragam. Sebuah penerbit dapat menggabungkan beberapa fungsi dalam satu paket layanan, sedangkan penerbit lain memisahkannya menjadi tahapan tersendiri. Karena itu, penulis perlu memahami bukan hanya nama layanan, tetapi juga hasil kerja yang sebenarnya akan diterima.

Mengapa Istilah Editorial Perlu Dibedakan?

Sebuah naskah buku dapat menghadapi berbagai jenis persoalan. Ada naskah yang mempunyai banyak kesalahan ejaan, tetapi substansinya sudah matang. Ada naskah yang bahasanya relatif baik, tetapi struktur babnya tidak logis. Ada pula naskah yang telah disunting dan ditata letak, tetapi masih memiliki kesalahan nomor halaman, judul tabel, atau penempatan elemen visual.

Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan menggunakan satu pendekatan yang sama.

Jika struktur dan argumentasi naskah masih bermasalah, penulis membutuhkan penyuntingan yang berfokus pada isi dan organisasi. Jika persoalannya terletak pada tata bahasa, konsistensi istilah, dan ketepatan kalimat, copyediting lebih relevan. Jika berkas sudah ditata letak dan memerlukan pemeriksaan akhir sebelum diterbitkan, proofreading menjadi tahap yang sesuai.

Kesalahan dalam memahami lingkup layanan dapat menimbulkan ekspektasi yang tidak realistis. Penulis mungkin membayar jasa proofreading dengan harapan editor akan menulis ulang beberapa bab. Sebaliknya, penyedia jasa mungkin hanya melakukan koreksi teknis, sementara penulis mengharapkan revisi substantif.

Karena itu, perbedaan istilah editorial bukan sekadar persoalan terminologi profesional. Pemahaman tersebut membantu penulis menentukan kebutuhan, mengelola biaya, dan menyepakati ruang lingkup pekerjaan secara lebih jelas.

1. Editing: Istilah Umum untuk Proses Penyuntingan

Dalam penggunaan yang luas, editing merupakan istilah umum untuk proses meninjau, memperbaiki, dan meningkatkan naskah agar lebih sesuai dengan tujuan, pembaca, dan medium publikasinya. Istilah ini dapat mencakup berbagai jenis intervensi editorial, bergantung pada konteks dan kesepakatan antara penulis dengan penyedia layanan.

Karena sifatnya yang luas, kata editing saja belum cukup menjelaskan apa yang akan dikerjakan editor. Sebuah layanan dengan nama tersebut dapat mencakup perbaikan bahasa dasar, pengembangan struktur, penyuntingan kalimat secara mendalam, atau kombinasi beberapa pekerjaan.

Oleh karena itu, sebelum menyerahkan naskah, penulis perlu memastikan apakah editing yang ditawarkan mencakup pengembangan isi, pemeriksaan bahasa, pengecekan konsistensi, atau pemeriksaan hasil tata letak. Lingkup pekerjaan harus dinyatakan secara jelas dalam deskripsi layanan atau perjanjian.

Penyuntingan substantif atau struktural

Salah satu bentuk editing yang penting dalam penerbitan buku adalah substantive editing atau structural editing. Istilah lain seperti content editing dan developmental editing juga digunakan di sejumlah lingkungan penerbitan, meskipun cakupan masing-masing dapat berbeda menurut penyedia layanan.

Editors Canada (2024) mendefinisikan penyuntingan struktural sebagai penilaian dan pembentukan organisasi serta isi materi agar sesuai dengan pembaca sasaran, medium, dan tujuan publikasi.

Pekerjaan ini berfokus pada gambaran keseluruhan naskah. Editor menilai apakah gagasan utama cukup jelas, setiap bab mempunyai fungsi yang tepat, urutan pembahasan logis, dan seluruh bagian mendukung tujuan buku.

Contohnya, sebuah buku kepemimpinan memiliki dua bab yang membahas konsep hampir sama, tetapi tidak memberikan perspektif tambahan. Editor dapat menyarankan penggabungan kedua bab tersebut, mengembangkan aspek yang belum dibahas, atau memindahkan satu bagian agar alurnya lebih logis.

Pada tahap ini, perubahan dapat bersifat cukup besar. Penulis mungkin perlu mengembangkan materi baru, memangkas pengulangan, menyusun ulang bab, atau memperjelas argumentasi. Karena itu, penyuntingan substantif idealnya dilakukan ketika struktur naskah masih dapat diubah sebelum tata letak final dibuat.

Tidak semua proyek membutuhkan intervensi sedalam ini. Naskah yang sudah matang mungkin hanya memerlukan revisi terbatas, sedangkan naskah lain membutuhkan pendampingan lebih intensif. Kebutuhannya harus ditentukan melalui evaluasi terhadap kondisi naskah, bukan hanya berdasarkan panjang halaman.

2. Copyediting: Memastikan Ketepatan dan Konsistensi Teks

Copyediting berfokus pada ketepatan, konsistensi, dan kejelasan naskah pada tingkat teks. Tahap ini biasanya mencakup pemeriksaan ejaan, tata bahasa, tanda baca, penggunaan kata, konsistensi istilah, serta kesesuaian dengan pedoman gaya yang digunakan penerbit.

Editors Canada (2024) juga memasukkan pemeriksaan konsistensi teknis dan faktual tertentu ke dalam copyediting, misalnya keseragaman nama, penggunaan istilah, tabel, gambar, dan daftar. Apabila editor menemukan informasi yang meragukan atau tidak konsisten, ia dapat memberikan pertanyaan kepada penulis untuk diklarifikasi.

Namun, copyediting tidak otomatis berarti seluruh klaim ilmiah atau fakta telah diverifikasi secara independen. Pemeriksaan fakta secara mendalam perlu dinyatakan secara tersendiri apabila menjadi bagian layanan yang disepakati.

Apa yang dikerjakan copyeditor?

Misalnya, sebuah buku menggunakan istilah yang sama dalam beberapa bentuk: sumber daya manusia, SDM, dan human resources. Perbedaan istilah tersebut mungkin dapat diterima apabila digunakan dengan tujuan tertentu, tetapi perlu diperiksa agar tidak menimbulkan inkonsistensi.

Copyeditor juga meninjau konstruksi kalimat yang kurang tepat, tanda baca yang keliru, kapitalisasi, format angka, dan konsistensi penulisan istilah asing. Untuk buku akademik, pemeriksaan dapat mencakup kesesuaian sitasi dan daftar pustaka dengan gaya yang disepakati, sepanjang pekerjaan itu termasuk dalam ruang lingkup layanan.

Contohnya, perhatikan kalimat berikut.

Sebelum: “Para penulis-penulis harus memeriksa kembali sumber referensi yang digunakan.”

Sesudah: “Para penulis harus memeriksa kembali sumber yang digunakan.”

Pada contoh tersebut, copyediting memperbaiki bentuk jamak yang berlebihan dan menyederhanakan frasa tanpa mengubah pesan utama.

Perbaikan seperti ini berbeda dari penyuntingan substantif. Copyediting tidak dengan sendirinya mengharuskan editor mengubah argumentasi utama atau merancang ulang susunan bab, meskipun editor dapat mengajukan pertanyaan ketika suatu kalimat menunjukkan masalah makna yang lebih besar.

Mengapa konsistensi penting?

Konsistensi membantu pembaca memahami naskah tanpa terganggu oleh perubahan istilah atau aturan penulisan yang tidak perlu. Dalam buku akademik, misalnya, istilah teknis yang berubah-ubah dapat menimbulkan kesan bahwa penulis sedang membahas konsep berbeda. Dalam buku fiksi, inkonsistensi nama tokoh, lokasi, atau urutan peristiwa dapat mengganggu kesinambungan cerita.

Copyediting membantu mengendalikan persoalan semacam itu sebelum naskah masuk ke tahap produksi. Hasilnya bukan hanya teks yang lebih benar secara mekanis, tetapi juga naskah yang lebih konsisten dan mudah diikuti.

3. Proofreading: Pemeriksaan Akhir setelah Tata Letak

Proofreading merupakan pemeriksaan kualitas terhadap hasil yang telah ditata letak atau proof. Pada tahap ini, teks sudah melalui penyuntingan sebelumnya dan disajikan dalam bentuk yang mendekati produk akhir.

CIEP (2024) menjelaskan bahwa proofreading dalam alur penerbitan tradisional dilakukan setelah teks disunting dan ditata letak. Fokusnya adalah memeriksa kesalahan yang masih tersisa pada teks serta masalah yang muncul ketika materi dipindahkan ke desain halaman.

Pekerjaan proofreading dapat mencakup pemeriksaan salah ketik, tanda baca yang terlewat, kata atau baris yang hilang, konsistensi judul, nomor halaman, penempatan tabel, keterhubungan catatan kaki, serta masalah pemformatan. Pemeriksa juga perlu memastikan bahwa perubahan dari tahap sebelumnya telah diterapkan dengan benar.

Mengapa proofreading bukan pengganti editing?

Bayangkan sebuah buku sudah ditata letak dengan desain yang menarik. Ketika membaca hasil pruf, korektor menemukan bahwa nomor halaman dalam daftar isi tidak sesuai dan satu baris pada tabel terpotong. Persoalan tersebut termasuk pekerjaan yang relevan untuk proofreading.

Namun, jika sebuah bab ternyata mengulang pembahasan pada bab sebelumnya, masalah tersebut membutuhkan evaluasi substantif. Jika banyak kalimat memiliki struktur yang keliru, naskah mungkin memerlukan copyediting tambahan. Keduanya tidak semestinya diasumsikan sebagai pekerjaan proofreading biasa.

Perubahan besar pada tahap pruf dapat memengaruhi pemenggalan halaman, posisi gambar, panjang bagian, serta referensi silang. Karena itu, pekerjaan proofreading lebih efektif ketika persoalan substantif dan bahasa yang utama telah diselesaikan sebelumnya.

Oxford University Press menjelaskan bahwa proses produksi buku mencakup copyediting, penataan untuk format publikasi, serta pemeriksaan pada tahap produksi. Pembagian tahapan tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan akhir mempunyai fungsi yang berbeda dari penyuntingan teks sebelum tata letak (Oxford University Press, n.d.).

Perbandingan Praktis Ketiga Jenis Pekerjaan

Tabel berikut merangkum perbedaan fungsi ketiga istilah tersebut. Ini merupakan panduan umum; istilah dan cakupan layanan aktual dapat berbeda menurut penerbit atau penyedia jasa.

AspekEditing substantifCopyeditingProofreading
Fokus utamaIsi, struktur, dan organisasi naskahBahasa, ketepatan, dan konsistensi teksKesalahan yang tersisa pada hasil akhir
Pertanyaan utamaApakah buku berkembang secara logis dan memenuhi tujuannya?Apakah teks jelas, benar, dan konsisten?Apakah hasil tata letak sudah benar dan lengkap?
Jenis perubahanMenyusun ulang, memangkas, mengembangkan, atau memperjelas materiMemperbaiki ejaan, tata bahasa, tanda baca, istilah, dan konsistensiMemperbaiki salah ketik, masalah format, penomoran, atau kesalahan pruf
Waktu umumKetika isi dan struktur masih dapat dikembangkanSetelah naskah cukup stabil secara substansiSetelah tata letak atau berkas publikasi siap diperiksa
Hasil yang diharapkanNaskah yang lebih kuat secara struktur dan isiNaskah yang lebih tepat serta konsistenProduk akhir yang lebih akurat secara teknis

Urutan tersebut menggambarkan alur yang lazim, bukan aturan mutlak. Pada proyek tertentu, beberapa pekerjaan dapat digabungkan atau dilakukan berulang. Namun, kebutuhan perubahan besar pada isi sebaiknya dikenali sebelum tahap pemeriksaan akhir.

Bagaimana Menentukan Layanan yang Dibutuhkan?

Penulis tidak selalu memerlukan seluruh jenis penyuntingan dengan tingkat intensitas yang sama. Pilihan layanan sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi naskah dan tujuan penerbitannya.

Jika naskah masih berisi gagasan yang belum tersusun secara sistematis, tentukan terlebih dahulu apakah diperlukan penyuntingan substantif. Jika isi sudah matang tetapi penggunaan bahasa, istilah, dan format sitasi belum konsisten, copyediting dapat menjadi prioritas. Jika berkas telah ditata letak dan siap diterbitkan, proofreading merupakan pemeriksaan akhir yang relevan.

Sebelum menyepakati layanan, penulis sebaiknya mengajukan pertanyaan mengenai ruang lingkup pekerjaan. Apakah editor hanya memperbaiki kesalahan bahasa atau juga memberikan saran pada isi? Apakah pemeriksaan referensi mencakup konsistensi format atau verifikasi keabsahan sumber? Apakah proofreading dilakukan terhadap dokumen Word atau hasil tata letak final? Apakah perubahan setelah pemeriksaan pertama termasuk dalam kesepakatan?

Pertanyaan semacam ini membantu menghindari perbedaan ekspektasi. Nama layanan saja tidak selalu menjelaskan seluruh pekerjaan yang akan diberikan.

Hal ini juga penting ketika penulis menggunakan layanan penerbitan berbayar atau bekerja secara mandiri dengan editor eksternal. Dua layanan yang menggunakan istilah sama belum tentu memiliki cakupan, kedalaman, dan keluaran yang sama. Penulis perlu membaca deskripsi layanan atau kontrak sebelum menentukan pilihan.

Mengapa Urutan Editorial Memengaruhi Biaya dan Waktu?

Penyuntingan yang tepat pada tahap yang tepat dapat membantu mengurangi pekerjaan berulang. Jika naskah masih mengalami perubahan besar setelah tata letak, desainer mungkin harus memperbaiki banyak halaman, mengatur ulang gambar, memperbarui daftar isi, dan memeriksa ulang penomoran.

Sebaliknya, apabila substansi telah stabil sebelum produksi, copyediting dapat berfokus pada ketepatan serta konsistensi teks. Setelah tata letak selesai, proofreading kemudian memeriksa hasil akhir secara lebih terarah.

Namun, urutan editorial tidak boleh dipahami sebagai proses yang sepenuhnya linear dalam semua proyek. Penyuntingan dapat memunculkan pertanyaan baru, dan pemeriksaan pruf terkadang menemukan masalah yang memerlukan perbaikan di luar lingkup koreksi teknis. Yang penting ialah menentukan prioritas, membatasi perubahan besar pada tahap akhir jika memungkinkan, serta memastikan bahwa setiap tahap memiliki tujuan yang jelas.

Dalam pengelolaan proyek penerbitan, kejelasan ruang lingkup dan jadwal juga membantu penulis, editor, desainer, serta tim produksi mengetahui tanggung jawab masing-masing. Dengan demikian, penyuntingan bukan hanya rangkaian koreksi, melainkan bagian dari pengendalian mutu dan koordinasi produksi buku.

Memahami Istilah agar Dapat Bekerja Sama secara Profesional

Editing, copyediting, dan proofreading merupakan istilah yang berhubungan, tetapi tidak identik. Editing dalam pengertian luas dapat mencakup berbagai intervensi terhadap isi dan bahasa. Penyuntingan substantif memperhatikan struktur serta pengembangan naskah, copyediting memeriksa ketepatan dan konsistensi teks, sedangkan proofreading berfokus pada pemeriksaan akhir setelah tata letak.

Perbedaan tersebut membantu penulis mengetahui jenis dukungan editorial yang diperlukan dan membantu penerbit menjelaskan layanannya secara transparan. Tidak setiap buku membutuhkan intervensi yang sama, dan tidak setiap penyedia jasa mendefinisikan layanannya dengan cara identik.

Bagi Penerbit Enigma Group Indonesia, pembedaan ini dapat menjadi dasar untuk menjelaskan layanan editorial secara lebih jelas kepada penulis. Jika sebuah paket mencakup penyuntingan bahasa tetapi tidak mencakup penyuntingan substantif, batas tersebut perlu dinyatakan. Jika proofreading dilakukan pada hasil tata letak, penulis perlu mengetahui bahwa tahap itu bukan pengganti revisi besar pada isi.

Mutu penerbitan tidak hanya ditentukan oleh apakah sebuah naskah telah diperiksa, tetapi juga oleh apakah jenis pemeriksaan yang dilakukan sesuai dengan masalah yang perlu diselesaikan. Memahami perbedaan fungsi editorial membantu penulis dan penerbit menggunakan waktu, biaya, serta kompetensi profesional secara lebih efektif.

Jelajahi artikel-artikel Penerbit Enigma Group Indonesia tentang buku, penulisan, penerbitan, dan pengembangan literasi untuk memperluas wawasan Anda.

Referensi

Chartered Institute of Editing and Proofreading. (2024, January 11). About proofreading and editing. https://www.ciep.uk/resource/about-proofreading-and-editing.html

Editors Canada. (2024). Professional editorial standards. https://editors.ca/publications/professional-editorial-standards/

Oxford University Press. (n.d.). Production. Oxford Academic. https://academic.oup.com/pages/for-authors/books/the-book-publishing-process/production

Scroll to Top