Teknik Menulis Pembukaan Artikel yang Menarik dan Relevan bagi Pembaca

Sebuah artikel dapat memiliki gagasan yang kuat, informasi yang akurat, dan pembahasan yang bermanfaat, tetapi tetap kehilangan perhatian pembaca apabila bagian pembukanya tidak berhasil menjelaskan mengapa artikel tersebut layak dibaca. Pembaca biasanya belum mengetahui seberapa baik isi artikel yang akan dihadapinya. Mereka terlebih dahulu menilai apakah topik tersebut relevan, apakah persoalan yang diangkat menarik, dan apakah tulisan memberikan alasan untuk melanjutkan membaca.

Itulah sebabnya pembukaan artikel bukan sekadar tempat untuk memperkenalkan topik. Bagian ini berfungsi sebagai penghubung antara kebutuhan pembaca dan gagasan yang hendak disampaikan penulis. Pembukaan yang efektif membantu pembaca memahami persoalan, mengenali relevansinya, dan memperoleh gambaran mengenai arah pembahasan.

Harvard College Writing Center (n.d.) menekankan bahwa pendahuluan yang baik perlu memberikan konteks, menjelaskan persoalan yang dibahas, dan menunjukkan mengapa persoalan tersebut penting. Pembukaan tidak harus menggunakan pernyataan dramatis atau fakta mengejutkan untuk menarik perhatian. Hal yang lebih penting adalah memberikan alasan yang meyakinkan bagi pembaca untuk mengikuti pembahasan.

Prinsip tersebut berlaku pula dalam penulisan artikel untuk website, blog, majalah, dan media populer. Artikel yang efektif tidak selalu dimulai dengan pertanyaan retoris, kutipan terkenal, atau pernyataan kontroversial. Penulis perlu memilih teknik pembuka berdasarkan topik, tujuan artikel, karakter pembaca, dan jenis informasi yang akan disampaikan.

Memahami Fungsi Pembukaan Artikel

Sebelum menentukan kalimat pertama, penulis perlu memahami pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pembukaan. Setidaknya terdapat tiga fungsi utama yang saling berhubungan.

Pertama, pembukaan perlu memberikan orientasi. Pembaca harus memperoleh gambaran yang cukup mengenai topik dan konteksnya. Jika artikel membahas kesalahan dalam mengelola keuangan usaha kecil, misalnya, pembaca perlu mengetahui persoalan keuangan seperti apa yang menjadi fokus pembahasan. Penulis tidak harus menjelaskan seluruh konsep pada bagian ini, tetapi perlu menyediakan konteks yang memadai.

Kedua, pembukaan perlu menunjukkan relevansi. Pembaca perlu memahami mengapa topik tersebut layak memperoleh perhatian. Relevansi dapat muncul karena adanya masalah praktis, kesalahpahaman yang umum terjadi, perubahan kondisi, keputusan yang harus dibuat, atau pertanyaan yang belum terjawab dengan baik.

Ketiga, pembukaan perlu mengarahkan pembaca menuju isi artikel. Setelah memperoleh konteks dan alasan untuk tertarik, pembaca perlu mengetahui apa yang akan dijelaskan. Arah tersebut dapat berupa tesis, tujuan, pertanyaan utama, atau janji pembahasan yang realistis.

University of Wisconsin–Madison Writing Center (n.d.) menjelaskan bahwa pendahuluan membantu pembaca memahami topik, latar belakang, tujuan, dan argumen utama tulisan. Dengan demikian, pembukaan bukan bagian terpisah yang hanya bertugas menarik perhatian. Bagian ini harus terhubung langsung dengan keseluruhan isi artikel.

Pembukaan yang kuat tidak harus panjang. Beberapa artikel dapat langsung masuk ke masalah utama dalam satu atau dua paragraf, sedangkan artikel yang kompleks mungkin membutuhkan konteks lebih luas. Panjang yang tepat bergantung pada kebutuhan pembaca untuk memahami pembahasan, bukan pada rumus jumlah kalimat yang berlaku untuk semua tulisan.

Mengenali Beberapa Teknik Membuka Artikel

Tidak ada satu teknik pembukaan yang selalu cocok untuk setiap topik. Penulis dapat menggunakan beberapa pendekatan, kemudian memilih yang paling sesuai dengan tujuan artikelnya.

Membuka dengan persoalan yang konkret

Pendekatan ini cocok untuk artikel tutorial, artikel pemecahan masalah, dan panduan praktis. Penulis langsung menunjukkan persoalan yang mungkin dialami pembaca, lalu menghubungkannya dengan topik tulisan.

Misalnya, pembukaan yang masih umum berbunyi:

Mengelola keuangan merupakan hal penting bagi setiap pemilik usaha.

Pernyataan tersebut benar, tetapi belum menunjukkan persoalan yang spesifik. Kalimat itu dapat digunakan untuk membuka banyak artikel tentang keuangan dan belum memberi alasan kuat untuk mengikuti pembahasan lebih lanjut.

Versi yang lebih konkret dapat ditulis sebagai berikut:

Penjualan usaha Anda mungkin meningkat setiap bulan, tetapi uang yang tersedia untuk membayar pemasok justru semakin terbatas. Situasi ini dapat terjadi ketika pemilik usaha hanya memperhatikan jumlah penjualan tanpa memeriksa arus kas, piutang, dan kewajiban pembayaran.

Pembukaan kedua lebih efektif karena memperlihatkan ketegangan antara peningkatan penjualan dan keterbatasan kas. Pembaca dapat mengenali masalah yang akan dibahas, sedangkan kalimat berikutnya mulai memberikan penjelasan awal.

Teknik ini sangat berguna ketika artikel menawarkan solusi. Namun, masalah yang dikemukakan harus benar-benar berkaitan dengan isi. Penulis tidak seharusnya menciptakan persoalan yang dramatis hanya demi memperoleh perhatian.

Membuka dengan pertanyaan yang bermakna

Pertanyaan dapat membangkitkan rasa ingin tahu, terutama ketika jawabannya tidak sesederhana yang diperkirakan pembaca. Namun, pertanyaan pembuka akan kehilangan daya guna apabila terlalu luas, mudah dijawab, atau tidak dikembangkan dalam isi artikel.

Contoh pertanyaan yang terlalu umum adalah:

Apakah Anda ingin menjadi penulis yang baik?

Sebagian besar pembaca yang mengakses artikel tentang menulis kemungkinan akan menjawab ya. Pertanyaan itu belum mengarahkan perhatian kepada persoalan tertentu.

Pertanyaan yang lebih terarah adalah:

Mengapa artikel dengan informasi yang bermanfaat terkadang tetap sulit membuat pembaca bertahan hingga paragraf kedua?

Pertanyaan kedua memperkenalkan masalah yang lebih spesifik dan membuka ruang bagi penjelasan. Artikel dapat melanjutkannya dengan membahas relevansi topik, kejelasan pembukaan, dan kesesuaian antara janji judul dengan isi tulisan.

Sebelum menggunakan pertanyaan sebagai pembuka, periksa apakah pertanyaan tersebut sungguh membantu pembaca memahami masalah. Jika jawabannya hanya mengulang pertanyaan atau tidak berhubungan dengan isi, lebih baik gunakan pernyataan langsung.

Membuka dengan ilustrasi atau situasi sehari-hari

Ilustrasi membantu pembaca membayangkan situasi tertentu sebelum menerima penjelasan konseptual. Pendekatan ini sesuai untuk artikel pendidikan, psikologi, bisnis, pengembangan diri, dan topik lain yang berkaitan dengan pengalaman manusia.

Sebagai ilustrasi, bayangkan artikel tentang kesulitan siswa memahami bacaan.

Dua siswa dapat membaca paragraf yang sama dengan lancar, tetapi memberikan jawaban yang sangat berbeda ketika diminta menjelaskan maksudnya. Perbedaan itu menunjukkan bahwa kemampuan mengenali kata belum tentu sama dengan kemampuan memahami informasi.

Pembukaan tersebut membawa pembaca menuju persoalan yang konkret, kemudian mengarah kepada gagasan utama. Penulis tidak perlu membuka dengan definisi panjang tentang literasi sebelum menjelaskan mengapa perbedaan tersebut penting.

Jika ilustrasi didasarkan pada peristiwa nyata, sumber atau konteksnya perlu jelas. Jika hanya digunakan untuk menjelaskan suatu konsep, penulis dapat menyusunnya sebagai situasi hipotetis. Jangan menciptakan kisah seolah-olah merupakan pengalaman nyata, testimoni pelanggan, atau hasil penelitian.

Membuka dengan perbedaan atau pertentangan gagasan

Perbandingan dapat digunakan untuk memperlihatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan dugaan awal pembaca. Teknik ini efektif ketika artikel hendak mengoreksi kesalahpahaman, menunjukkan dilema, atau menawarkan sudut pandang yang lebih bernuansa.

Contohnya:

Artikel yang panjang belum tentu mendalam, sebagaimana artikel yang singkat tidak selalu dangkal. Kedalaman tulisan lebih banyak ditentukan oleh ketepatan gagasan, kualitas penjelasan, dan kecukupan bukti daripada jumlah katanya semata.

Pembukaan tersebut memperlihatkan perbedaan antara panjang tulisan dan kedalaman pembahasan. Kalimat berikutnya dapat menjelaskan bagaimana penulis menyusun argumen dan memilih informasi yang benar-benar diperlukan pembaca.

Teknik pertentangan harus digunakan secara hati-hati. Pernyataan yang terdengar mengejutkan belum tentu benar. Jika pembukaan menantang anggapan umum, isi artikel harus menjelaskan dasar argumen dan batas penerapannya.

Membuka dengan fakta atau informasi yang relevan

Data, temuan penelitian, atau fakta yang terverifikasi dapat menjadi pembuka yang kuat, khususnya untuk artikel informatif dan berbasis bukti. Namun, angka yang mengejutkan tidak otomatis menjadikan pembukaan berkualitas.

Penulis perlu memastikan bahwa fakta tersebut berasal dari sumber yang dapat dipercaya, konteksnya tepat, dan hubungannya dengan topik dijelaskan. Angka tanpa konteks bisa membingungkan, sedangkan statistik yang tidak relevan hanya menjadi dekorasi.

Jika data tidak benar-benar diperlukan, pembukaan dapat dimulai dengan masalah atau implikasi yang lebih dekat dengan pembaca. Fakta yang lebih terperinci dapat disajikan setelah konteks terbentuk.

Membuka dengan pernyataan utama

Untuk artikel opini, analisis, dan penjelasan konseptual, penulis dapat langsung menyampaikan gagasan utamanya. Teknik ini berguna ketika pembaca membutuhkan posisi yang jelas, bukan cerita pendahuluan yang panjang.

Sebagai contoh:

Keberhasilan penerbitan buku tidak cukup dinilai dari ketepatan jadwal terbit. Mutu isi, akurasi informasi, dan tanggung jawab editorial juga menentukan nilai buku bagi pembaca.

Pernyataan tersebut langsung memperlihatkan sudut pandang yang akan dikembangkan. Isi artikel selanjutnya perlu memberikan alasan, contoh, dan bukti yang mendukungnya.

Berbagai teknik tersebut dapat dikombinasikan. Artikel dapat dimulai dengan situasi konkret, dilanjutkan pertanyaan yang relevan, lalu menyatakan gagasan utama. Yang perlu dihindari adalah menumpuk terlalu banyak pembuka sehingga pembaca harus menunggu lama sebelum mengetahui inti pembahasan.

Langkah Praktis Menulis Pembukaan Artikel

Setelah memahami berbagai teknik, penulis dapat menggunakan proses berikut untuk menghasilkan pembukaan yang lebih terarah.

Tentukan masalah utama sebelum menulis kalimat pertama

Mulailah dengan merumuskan satu kalimat yang menjelaskan inti artikel. Jangan memikirkan kalimat pembuka yang menarik terlebih dahulu jika gagasan utama belum jelas.

Misalnya, topik artikel adalah cara merawat buku agar tidak cepat rusak. Inti pembahasannya dapat dirumuskan sebagai berikut:

Ketahanan buku dipengaruhi oleh cara penyimpanan, paparan lingkungan, dan kebiasaan penggunaan.

Rumusan tersebut membantu penulis memahami arah pembahasan. Dari situ, penulis dapat memilih persoalan yang relevan bagi pembaca, seperti halaman yang menguning, sampul yang melengkung, atau kerusakan akibat kelembapan.

Tanpa rumusan inti, penulis berisiko menghasilkan pembukaan yang menarik secara verbal tetapi tidak memiliki hubungan kuat dengan isi artikel.

Kenali kebutuhan dan pengetahuan awal pembaca

Artikel yang membahas persoalan serupa dapat memerlukan pembukaan berbeda apabila ditujukan kepada audiens yang berlainan. Pembaca pemula membutuhkan pengenalan istilah dan contoh yang dekat dengan pengalaman mereka. Pembaca profesional mungkin lebih tertarik pada dilema, tantangan implementasi, atau implikasi strategis.

Karena itu, tanyakan tiga hal: siapa yang kemungkinan membaca artikel ini, persoalan apa yang ingin mereka pahami, dan pengetahuan apa yang sudah dapat diasumsikan mereka miliki?

Pertanyaan tersebut membantu menentukan tingkat penjelasan dan pilihan bahasa. Jika sasaran pembaca adalah penulis pemula, pembukaan artikel mengenai penyuntingan dapat dimulai dari masalah umum yang mereka alami. Jika pembacanya adalah editor profesional, pembukaan mungkin lebih tepat berangkat dari persoalan konsistensi, risiko, atau alur kerja.

OISE Academic Skills Hub di University of Toronto (n.d.) menekankan pentingnya membangun konteks, mengidentifikasi persoalan, menjelaskan signifikansinya, dan memperjelas fokus tulisan. Proses ini sejalan dengan kebutuhan untuk menyusun pembukaan yang tidak hanya menarik, tetapi juga relevan bagi pembaca yang dituju.

Pilih satu teknik pembuka yang paling sesuai

Setelah masalah dan audiens jelas, pilih pendekatan pembuka yang paling efektif. Gunakan ilustrasi jika situasi konkret dapat membantu pembaca mengenali masalah. Gunakan pertanyaan jika terdapat persoalan yang perlu dijawab. Pilih fakta jika bukti terverifikasi merupakan bagian penting dari argumen. Gunakan pernyataan langsung apabila artikelnya berorientasi pada analisis atau opini.

Sebagai latihan, buatlah tiga versi pembukaan untuk topik yang sama. Versi pertama dimulai dengan masalah, versi kedua menggunakan pertanyaan, dan versi ketiga menyampaikan gagasan utama secara langsung.

Kemudian bandingkan ketiganya berdasarkan tiga kriteria: seberapa cepat pembaca memahami topik, seberapa jelas relevansinya, dan seberapa baik pembukaan mengantarkan pembaca ke isi artikel. Pilih versi yang paling kuat berdasarkan fungsi tersebut, bukan semata-mata karena terdengar paling dramatis.

Hubungkan pembuka dengan konteks dan gagasan utama

Kalimat pertama tidak perlu menyelesaikan seluruh pekerjaan pendahuluan. Setelah memperoleh perhatian, pembaca tetap membutuhkan konteks dan arah pembahasan.

Struktur sederhana yang dapat digunakan adalah pembuka, konteks, persoalan utama, lalu tujuan atau gagasan artikel. Struktur ini bukan aturan kaku, melainkan alat bantu agar paragraf pembuka tidak berhenti pada kalimat yang menarik tanpa memberikan penjelasan lanjutan.

Contohnya, artikel tentang pembukaan tulisan dapat dimulai dengan persoalan bahwa informasi yang bermanfaat belum tentu membuat pembaca melanjutkan membaca. Paragraf berikutnya menjelaskan bahwa pembaca perlu memahami relevansi dan arah tulisan sejak awal. Setelah itu, artikel dapat memperkenalkan teknik dan langkah praktis untuk membangun pembukaan yang efektif.

Dengan alur tersebut, pembaca tidak perlu melompat dari satu gagasan ke gagasan lain. Setiap kalimat mengembangkan informasi yang diperlukan untuk memahami pembahasan berikutnya.

Pastikan janji pembukaan sesuai dengan isi

Pembukaan yang menjanjikan solusi harus diikuti penjelasan yang benar-benar membantu menyelesaikan masalah. Jika penulis menyatakan bahwa artikel akan membahas cara memperbaiki paragraf pembuka, isi seharusnya memberikan teknik, contoh, dan langkah yang dapat diterapkan.

Hindari judul dan pembukaan yang menjanjikan hasil mutlak tanpa dasar. Pernyataan seperti “teknik yang pasti membuat semua pembaca bertahan” terlalu absolut karena keputusan pembaca dipengaruhi banyak faktor. Rumusan yang lebih dapat dipertanggungjawabkan adalah bahwa teknik tertentu dapat membantu membuat pembukaan lebih jelas, relevan, dan menarik.

University of Wisconsin–Madison Writing Center (n.d.) mengingatkan bahwa pendahuluan merupakan janji kepada pembaca mengenai topik, tujuan, dan arah tulisan. Karena itu, pembukaan harus mewakili isi secara akurat, bukan menciptakan ekspektasi yang tidak dipenuhi.

Contoh Penyuntingan Pembukaan dari Umum Menjadi Terarah

Perhatikan contoh pembukaan berikut untuk artikel tentang manfaat membaca buku.

Versi awal:

Di era modern ini, membaca buku merupakan kegiatan yang sangat penting bagi semua orang. Buku memiliki banyak manfaat dan dapat memberikan pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Kalimat-kalimat tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi masih terlalu umum. Ungkapan “di era modern ini” tidak memberikan konteks yang spesifik. Pernyataan bahwa buku mempunyai banyak manfaat juga belum menjelaskan manfaat mana yang menjadi fokus artikel.

Versi perbaikan:

Pernahkah Anda membaca sebuah buku yang mengubah cara Anda memahami suatu persoalan? Pengalaman tersebut dapat terjadi ketika bacaan tidak hanya memberikan informasi baru, tetapi juga membantu pembaca melihat hubungan, mempertanyakan asumsi, dan memahami sudut pandang yang sebelumnya luput dari perhatian. Untuk mendapatkan manfaat itu, membaca perlu melibatkan pemahaman dan refleksi, bukan sekadar menyelesaikan halaman demi halaman.

Versi perbaikan dimulai dengan pertanyaan yang berkaitan langsung dengan pengalaman pembaca. Kalimat berikutnya mengembangkan gagasan dengan menyebutkan beberapa kemungkinan manfaat, sedangkan kalimat terakhir mengarahkan pembahasan pada hubungan antara membaca, pemahaman, dan refleksi.

Contoh tersebut juga menunjukkan bahwa pembukaan efektif tidak harus menggunakan statistik atau kisah dramatis. Relevansi dapat dibangun dengan menghubungkan topik kepada pengalaman yang masuk akal dan menunjukkan mengapa persoalan itu layak dibahas.

Tentu saja, versi perbaikan tersebut perlu disesuaikan jika artikel sebenarnya membahas aspek membaca yang lebih spesifik, seperti kemampuan memahami informasi digital atau strategi membaca akademik. Pembukaan yang baik selalu bergantung pada isi yang benar-benar akan dikembangkan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Kesalahan pertama adalah memulai dengan generalisasi yang terlalu luas. Kalimat seperti “Sejak dahulu, manusia selalu membutuhkan informasi” mungkin benar, tetapi belum tentu membantu pembaca memahami fokus sebuah artikel tertentu. Mulailah dengan persoalan yang lebih dekat dengan topik.

Kesalahan kedua adalah menggunakan pertanyaan retoris secara berlebihan. Jika setiap artikel dimulai dengan “Tahukah Anda?” atau “Pernahkah Anda?”, pola tersebut dapat terasa mekanis. Variasikan pendekatan sesuai karakter tulisan.

Kesalahan ketiga adalah membuat klaim yang terlalu besar. Kata-kata seperti “pasti”, “selalu”, “terbukti paling efektif”, atau “satu-satunya cara” memerlukan dasar yang kuat. Jika bukti tidak mendukung kepastian tersebut, gunakan rumusan yang lebih terukur.

Kesalahan keempat adalah menumpuk latar belakang sebelum menyampaikan inti persoalan. Pembaca tidak selalu membutuhkan sejarah panjang, definisi kamus, atau penjelasan konsep yang belum relevan untuk memahami mengapa artikel perlu dibaca. Pilih hanya konteks yang membantu menjelaskan fokus tulisan.

Kesalahan kelima adalah menulis pembukaan yang tidak mewakili isi. Sebuah ilustrasi mungkin sangat menarik, tetapi jika hubungan dengan pembahasan berikutnya tidak jelas, pembaca dapat merasa tertipu atau bingung. Setiap unsur pembuka harus mempunyai fungsi yang dapat dijelaskan.

Kesalahan terakhir adalah menganggap pembukaan harus selesai sebelum bagian lain ditulis. Dalam praktiknya, penulis dapat menyusun draf artikel terlebih dahulu, kemudian kembali memperbaiki paragraf pembuka setelah arah dan argumen keseluruhan lebih jelas. Purdue University Global Academic Success Center (n.d.) juga menyarankan pendekatan ini karena penulis akan lebih memahami isi yang hendak diperkenalkan setelah mengembangkan bagian utama.

Checklist untuk Menilai Pembukaan Artikel

Sebelum menerbitkan tulisan, baca kembali paragraf pembuka dan ajukan beberapa pertanyaan berikut.

  • Apakah topik utama dapat dipahami tanpa pembaca harus menebak-nebak?
  • Apakah pembukaan menunjukkan alasan yang masuk akal untuk membaca lebih lanjut?
  • Apakah konteks yang diberikan benar-benar diperlukan?
  • Apakah kalimat pembuka memiliki hubungan logis dengan paragraf berikutnya?
  • Apakah pembukaan memberikan gambaran yang akurat tentang isi artikel?
  • Apakah klaim, data, kutipan, dan ilustrasi dapat dipertanggungjawabkan?
  • Apakah terdapat kalimat umum yang dapat dihapus tanpa mengurangi makna?
  • Apakah pembukaan akan tetap relevan bagi audiens yang dituju?

Jika beberapa jawaban masih belum memuaskan, jangan langsung menambahkan kalimat dramatis atau mengganti kata dengan ungkapan yang lebih bombastis. Kembali periksa masalah utama, kebutuhan pembaca, dan tujuan artikel. Sering kali, pembukaan menjadi lebih kuat ketika gagasannya dipertajam, bukan ketika bahasanya dibuat semakin rumit.

Pembukaan yang Baik Mengutamakan Relevansi

Teknik menulis pembukaan artikel pada dasarnya merupakan latihan memahami pembaca dan mengendalikan arah tulisan. Penulis perlu mengetahui masalah yang akan dibahas, memilih konteks yang paling berguna, dan menyampaikan gagasan dengan cara yang membuat pembaca memahami mengapa tulisan tersebut relevan.

Pertanyaan, ilustrasi, fakta, perbandingan, dan pernyataan utama dapat digunakan untuk membuka artikel. Tidak satu pun harus dipilih secara otomatis. Keputusan yang tepat ditentukan oleh tujuan tulisan, karakter audiens, dan jenis pembahasan yang akan dikembangkan.

Karena itu, pembukaan sebaiknya dinilai bukan hanya dari kemampuannya menarik perhatian, tetapi juga dari kemampuannya membangun pemahaman dan memenuhi ekspektasi pembaca. Kalimat yang terdengar sederhana dapat menjadi pembuka yang kuat apabila mengantarkan pembaca langsung kepada persoalan yang bermakna.

Ketika menulis artikel berikutnya, mulailah dengan merumuskan satu gagasan utama, mengenali kebutuhan pembaca, lalu membuat beberapa alternatif pembukaan. Pilih versi yang paling jelas, relevan, dan konsisten dengan isi. Setelah naskah selesai, tinjau kembali paragraf pembuka agar benar-benar mencerminkan pembahasan yang telah dikembangkan.

Pembukaan yang efektif bukan sekadar membuat pembaca berhenti sejenak. Pembukaan yang efektif memberi mereka alasan yang jelas untuk melanjutkan membaca.

Jelajahi artikel-artikel Penerbit Enigma Group Indonesia tentang buku, penulisan, penerbitan, dan pengembangan literasi untuk memperluas wawasan Anda.

Referensi

Harvard College Writing Center. (n.d.). Introductions. Harvard University. https://writingcenter.fas.harvard.edu/introductions

OISE Academic Skills Hub. (n.d.). How to write introductions. University of Toronto. https://www.oise.utoronto.ca/skillshub/resources/how-write-introductions

Purdue University Global Academic Success Center. (n.d.). Introductions and conclusions. Purdue University Global. https://purdueglobalwriting.center/introductions-and-conclusions/

University of Wisconsin–Madison Writing Center. (n.d.). Invest in your introduction. University of Wisconsin–Madison. https://writing.wisc.edu/handbook/processandstructure/introductions/

Scroll to Top